Tarsisius menjelaskan, minimnya jumlah petani tebu menjadi masalah utama. Sebab, selama ini jatah angkut tebu petani tidak pasti. Termasuk PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X. Berbagai upaya terus dilakukan untuk menekan harga gula di pasaran. ”Semakin sedikit orang yang mau jadi petani tebu karena petani tidak mendapat kepastian kapan tebunya diangkut,” ungkapnya. Hal itu disampaikan Tarsisius Sutaryanto, direktur produksi PTPN X, saat acara selamatan buka giling di Pabrik Gula (PG) Watutulis, Sabtu (4/6).
Source: Jawa Pos June 05, 2016 13:07 UTC