REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setelah pernah dituding antek Rusia yang turut menyebarkan informasi diduga hasil peretasan Rusia terhadap email Hillary Clinton yang telah menguntungkan posisi Donald Trump, WikiLeaks balik menyerang Trump setelah kabinet Trump bersikeras tidak akan membeberkan catatan pajak Presiden Amerika Serikat itu. "Penasihat Trump Kellyanne Conway menyatakan hari ini bahwa Trump tidak akan merilis catatan pengembalian pajaknya," kata WikiLeaks lewat akun Twitter. "Langkah Trump melanggar janjinya merilis pengembalian pajaknya adalah lebih serampangan ketimbang (Hillary) Clinton saat menyembunyikan transkrip Goldman Sachs-nya," cuit WikiLeaks. Sebuah petisi yang menyerukan Presiden Trump merilis pengembalian pajaknya sejauh ini telah mendapatkan 100 ribu tanda tangan. Petisi ini dibuat pada Jumat (20/1) pekan lalu beberapa saat setelah Trump diambil sumpahnya sebagai presiden Amerika Serikat.
Source: Republika January 23, 2017 00:00 UTC