Dimas terpaksa belajar sendiri di ruang kelas karena orang tuanya tak mampu membeli ponsel dan paket data. Walaupun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim, mengibaratkan pandemi Covid-19 sebagai ledakan awal mula kebangkitan pendidikan Indonesia. Mereka semua butuh uluran tangan kita, dan sebagai bentuk dedikasi kami, Yatim Mandiri hadir bersama masyarakat peduli pendidikan yatim dan dhuafa melalui program BESTARI (Beasiswa Yatim Mandiri). Program BESTARI telah menjangkau 46 kota di 11 provinsi dari Medan Hingga Makasar, dengan didukung 46 jaringan kantor layanan Yatim Mandiri di Indonesia sehingga pemerataan program dapat dirasakan oleh anak-anak yatim dan dhuafa di seluruh pelosok negeri. Walaupun tak dapat dipungkiri masih banyak fakir miskin dan keluarga yatim dhuafa yang terdampak pandemi belum tersentuh bantuan.
Source: Jawa Pos August 27, 2020 10:47 UTC