REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kader Partai Golkar, Yorrys Raweyai mempertanyakan mekanisme pencopotan dirinya oleh Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar dari posisi Kordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Polhukam). "Sebenarnya saya nggak masalah dengan adanya revitalisasi, itu hal yang biasa di organisasi dan juga amanat Rapimnas Balikpapan tapi yang saya pertanyakan itu soal mekanismenya," kata Yorrys saat dihubungi pada Kamis (12/10). Menurut Yorrys, sesuai dengan mandat Rapimnas Partai Golkar beberapa waktu lalu, setidaknya ada tiga kriteria atau parameter dalam revitalisasi kepengurusan. "Jadi ya sekarang jadi pertanyaan itu kesalahan dari kriteria yang sudah disepakati baik itu di pleno itu di mana, itu saja," kata Yorrys. Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar resmi mengenalkan pengurus baru hasil revitalisasi Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto usai rapat pleno DPP Partai Golkar pada Rabu (11/10).
Source: Republika October 12, 2017 12:22 UTC