Sementara, narasi bahwa Covid-19 adalah barcode yang diimplankan di tubuh manusia, sama dengan narasi penanaman mikrochip, tidak berdasar. Dia juga mengklaim bahwa sertifikat tersebut berbentuk barcode layaknya barcode di barang yang diimplankan di bagian tertentu tubuh manusia. Nantinya, orang yang tidak memiliki barcode di tubuhnya tidak bisa masuk ke tempat belajar, pelayanan umum, pelayanan kesehatan, pendidikan, dan transportasi. Mereka mengatakan covid adlh corona virus,Namun nyatanya adlh Barcode, yakni barcode yg akan diimplankan di bagian tertentu pd tubuh manusia, spt jidad, leher, ataupun lengan yg menunjukkan orang tsb sdh divaksin. Status Facebook keliru soal akronim Covid-19.
Source: Kompas November 30, 2020 06:00 UTC