Selain pendistribusian ke SPBU, pekerja Pertamina Teluk Kabung juga untuk sementara menghentikan pendistribusian avtur ke Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) Bandara Minangkabau. Bahkan, sejak Selasa malam hingga Rabu pagi, sekitar 100 preman masih berada depan TBBM Teluk Kabung sehingga menimbulkan ketakutan bagi pekerja Pertamina. Menurut Sutrisno, peristiwa teror dan aksi anarkis terhadap pekerja TBBM Teluk Kabung tersebut bukan yang pertama kali. Dalam peristiwa yang terjadi pada Selasa (7/6) sekitar pukul 13.30 WIB itu, sekelompok preman menganiaya Operation Head TBBM Teluk Kabung Mukhlis Dalimunthe dan sejumlah pekerja lainnya. Ketua Umum Serikat Pekerja Pertamina Unit Pemasaran 1 Sutrisno mengatakan aksi mogok tersebut sebagai bentuk protes sekaligus ketakutan atas kerusuhan dan penganiayaan yang terjadi di Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Teluk Kabung.
Source: Republika June 08, 2016 07:52 UTC