Bagi warga yang mengalami langsung konflik Maluku di tahun 1999-2003, hidup di zaman konflik tak ubahnya seperti hidup dalam situasi paling kejam, di mana setiap hari akan ada nyawa yang melayang dan rumah warga yang dibakar. Sepanjang periode konflik Maluku, tercatat ribuan warga mati terbunuh, ribuan rumah dan fasilitas umum termasuk rumah ibadah hangus terbakar serta ratusan ribu warga terpaksa mengungsi dan meninggalkan Maluku. Baca juga: Kapal Pengangkut 25 Drum Avtur Hilang Kontak di Laut Maluku Sejak Sepekan LaluHari ini, tepat 19 Januari 1999 atau 21 tahun silam, konflik Maluku terjadi. Bagi Fauzi, hidup dalam situasi konflik sangatlah buruk, karena nyawa manusia menjadi tidak berharga di zaman tersebut. Dia mengaku, saat itu dia tidak pernah membayangkan bahwa konflik Maluku akan berakhir secara damai dan kondisi Maluku akan kembali pulih seperti saat ini.
Source: Kompas January 19, 2020 11:37 UTC