KOMPAS.com - Jelang ujian akhir semester makin banyak tawaran ekstra kurikuler (ekskul), bimbingan belajar (bimbel), kursus atau les ini-itu berdatangan. Tak jarang, orangtua mendaftarkan berbagai les bimbel dengan harapan anak meraih prestasi yang diharapkan orangtua. Semua ini dilakukan dengan harapan anak berprestasi dan memiliki kesempatan lebih besar untuk sukses di masa depan. Tuntutan terlalu tinggiSuniya Luthar, profesor psikologi di Columbia University berpendapat bahwa jumlah bimbel diikuti anak bukanlah satu-satunya sumber masalah. Bila tidak hati-hati, hal ini juga menjauhkan anak dari interaksi anggota keluarga karena merasa diteror dan diperlakukan bagai robot.
Source: Kompas April 20, 2019 15:11 UTC