Sabtu, 31 Oktober 2020 | 07:47 WIBOleh : Thomas Ekafitrianus / ABJakarta, Beritasatu.com - Pembenahan Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera 1912 terganjal pada tiga hal, mulai dari praktik incest, tata kelola yang buruk, serta gonta-ganti direksi. Ketiga sandungan pada AJB Bumiputera itu secara komprehensif dibahas pada buku berjudul Robohnya Asuransi Kami (2020) karya Irvan Rahardjo. Ketentuan itu pun menimbulkan komplikasi tersendiri, terutama jika mengingat bentuk badan usaha AJB Bumiputera 1912 bukan perseroan terbatas (PT), melainkan badan usaha bersama (mutual). Dalam kurun waktu delapan tahun, setidaknya AJB Bumiputera 1912 telah berganti direktur utama sebanyak tujuh kali. Pergantian direksi dan dewan komisaris AJB Bumiputera terjadi dengan berbagai alasan, peristiwa, bahkan kasus yang melatarbelakangi.
Source: Suara Pembaruan October 31, 2020 00:49 UTC