Israel berencana membangun 2.00 rumah baru di Tepi Barat, PalestinaREPUBLIKA.CO.ID, TEL AVIV -- Pemerintah Amerika Serikat dilaporkan mendesak Israel untuk menghentikan rencana pembangunan permukiman di wilayah pendudukan. Akan tetapi, Pemerintah Perdana Menteri Naftali Bennett, menurut laporan Times of Israel, berencana tetap mengizinkan pembangunan 2.000 rumah baru untuk pemukim Israel di sebagian Tepi Barat. Langkah yang direncanakan telah memicu kritik dari Pemerintah Palestina, yang dilaporkan meminta bantuan Amerika Serikat (AS) dengan mengutip penentangan Joe Biden terhadap permukiman baru Israel di Tepi Barat dan ilegal oleh mayoritas komunitas internasional. Namun, sumber anonim di pemerintah Israel mengatakan kepada surat kabar Haaretz, bahwa perluasan permukiman yang dilaporkan di Tepi Barat adalah risiko yang diperhitungkan Kabinet Bennett sehubungan dengan pemerintahan Biden. AS percaya bahwa Israel seharusnya tidak bergerak maju dengan rencana yang dilaporkan untuk memperluas permukiman Israel di Zona C Tepi Barat.
Source: Republika August 15, 2021 03:22 UTC