Washington, Beritasatu.com - Amerika Serikat (AS) menuding pasukan keamanan Iran kemungkinan telah membunuh lebih dari 1.000 orang selama aksi protes kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), mulai 15 November 2019. Tudingan itu, disampaikan oleh Perwakilan Khusus Amerika Serikat (AS) untuk Iran, Brian Hook. Ribuan orang Iran juga terluka dan setidaknya 7.000 orang telah ditahan di penjara-penjara negara itu. Iran tidak memberikan data resmi korban tewas, tapi lembaga swadaya masyarakat (LSM) Amnesti Internasional, Senin (2/12), menyatakan telah mencatat kematian setidaknya 208 demonstran. Para ulama penguasa Iran menuding “para preman” terkait para lawannya yang berada di pengasingan, serta musuh asing utama Iran seperti Amerika Serikat (AS), Israel, dan Arab Saudi.
Source: Suara Pembaruan December 06, 2019 08:03 UTC