"Indonesia mengedepankan pembangunan perlabuhan, dan pembangunan jalan tol maupun non tol seperti jalan trans Sumatra, dan jalan tol Manado," ujar Rahmat di Jakarta, Senin (1/8). REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Tetap Republik Indonesia untuk ASEAN Rahmat Pramono mengatakan, buku kedua Masterplan for ASEAN Connectivity (MPAC) 2025 akan disahkan oleh para kepala negara ASEAN pada September 2016 di Laos. Usulan dalam MPAC 2025 sudah disinergikan dengan negara mitra ASEAN yakni Cina, Jepang, dan Korea sehingga proyek pembangunan dapat terintegrasi. Menurutnya pembangunan yang menggunakan modal dari pemerintah sudah jalan, dan untuk kelanjutannya nanti akan dikombinasikan dengan public private partnership serta swasta. Buku ini merupakan upaya ASEAN untuk mengintegrasikan proses pembangunan di kawasan dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
Source: Republika August 01, 2016 07:18 UTC