Ada kasus corona, WNI dianjurkan untuk mempertimbangkan kembali berobat di Singapura. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Akademisi Prof dr Ari Fahrial Syam SpPD menyatakan, status kewaspadaan penyebaran infeksi virus corona tipe baru di Singapura bisa menjadi hal yang mencemaskan bahi warga negara Indonesia yang biasa melakukan pemeriksaan kesehatan rutin ke sana. "Tentu mereka lebih berisiko untuk tertular infeksi virus corona," ujar dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini kepada Republika.co.id, Senin (10/2). Status ini, menurut Ari, satu tingkat di bawah status merah yang paling berbahaya. Selain itu, laporan dari JAMA juga menyebutkan bahwa dari 138 pasien tersebut pada 57 pasien tertular di rumah sakit, 40 pasien petugas kesehatan, dan 17 pasien yang sedang dirawat di rumah sakit tertular oleh infeksi.
Source: Republika February 10, 2020 15:22 UTC