JawaPos.com – Terdapat beberapa aplikasi yang tergabung dalam kuota belajar dinilai tidak kredibel. Mengingat, ketidakterbukaan Kemendikbud terkait keterlibatan 19 aplikasi tersebut. “Kan nggak dibuka ke publik (seleksi aplikasi), kenapa tidak dibuka ke publik siapa yang ikut join dan enggak, siapa yg boleh ikut dalam aplikasi itu,” ujar dia ketika dihubungi JawaPos.com, Minggu (4/10).”Misalnya Kemendikbud mau subsidi kuota, siapa saja (aplikator) yang punya sumber belajar bagus, silahkan mendaftarkan diri untuk bisa ikut dalam aplikasi yang disediakan Kemendikbud secara free. “Saya pikir itu semua harus diaudit, misalnya satu bulan pertama itu kan udah running, dari kuota yang diberikan itu berapa yang tidak terpakai dan terpakai. Selain itu, Kemendikbud juga telah memberikan pernyataan bahwa aplikasi yang ada dalam kuota belajar akan terus ditambah dan dilakukan evaluasi.
Source: Jawa Pos October 04, 2020 05:09 UTC