"Saya titip doa supaya dilapangkan jalan kuburnya Bu Hindun," ucapnya. Dia menuturkan, setelah memandikan jenazah di rumah, dirinya lalu menghubungi pengurus musala Al Mu'minun yang berada di dekat rumahnya. "Saya ngomong ke Ustaz Syafi'i (pengurus musala), 'Pak Ustaz ini ibu saya minta disalatkan di musala bisa nggak? Meski menerima jenazah ibunya disalatkan di rumah, Sunengsih menyimpan penyesalan karena tak bisa memenuhi keinginan ibunya disalatkan di musala. Lurah dan camat sampai datang ke rumah Sunengsih, yang kemudian mengadukan kabar soal penolakan menyalatkan jenazah di musala Al Mu'minun.
Source: Jawa Pos March 13, 2017 05:15 UTC