Tempo / ARKHELAUSTEMPO.CO, Jakarta - Panglima Tentara Nasional Indonesia Jenderal Gatot Nurmantyo mengaku mendapat panggilan telepon dari sejumlah ulama terkait dengan aksi massa pada 11 Februari 2017 (112). Mereka mengeluhkan aksi itu mengatasnamakan ulama, padahal mereka tidak ikut berpartisipasi. Baca: Kapolri Larang Monas Dijadikan Lokasi Aksi 112Gatot mengatakan mereka juga tidak mendukung aksi ini karena dinilai bermuatam politis. Simak: Aksi 112, Rizieq: Tidak Ada Pengerahan Massa Turun ke JalanKepolisian telah melarang aksi ini dilakukan di Monumen Nasional. Rencana aksi yang pada awalnya berupa long march, dibatalkan karena rawan mengganggu ketertiban umum.
Source: Koran Tempo February 10, 2017 09:22 UTC