REPUBLIKA.CO.ID, BOGOTA -- Sekurangnya 24 orang tewas dan ratusan lainnya mengalami luka dalam gelombang protes di Kolombia. Protes yang terjadi selama sepekan hingga Rabu (5/5) waktu setempat ini menunjukkan bentrokan brutal antara pengunjuk rasa dan polisi. Namun aksi protes itu dengan cepat lepas kendali yang dipicu oleh kemarahan yang meluas dengan pemerintah sayap kanan Ivan Duque. Aksi protes yang berujung bentrok ini telah menjerumuskan pemerintahan Duque ke dalam krisis terburuk selama hampir tiga tahun kekuasaannya. Semua persenjataan semacam itu dilarang untuk membubarkan protes di bawah standar internasional," kata Amnesti dikutip laman Financial Times, Kamis (6/5).
Source: Republika May 06, 2021 05:37 UTC