REPUBLIKA.CO.ID, MEDAN -- Aksi teror bom dan upaya pembunuhan pastor di Geraja Katolik Stasi Santo Yosef ditengarai sudah direncakan secara matang. Semua itu diperkirkan telah diatur cukup rapi oleh pelaku yang berisial IAH (18), apalagi dengan berpura-pura sebagai jemaat di gereja tersebut. Selain itu, pelaku juga membawa senjata tajam berupa pisau dan juga tas diduga berisi bom. Sebelumnya, seorang pemuda menyerang pastor di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep di Jalan dr Mansyur Medan dengan sebuah pisau sambil membawa tas yang diduga berisi bom. Pelaku juga membawa sebuah tas yang berisi benda yang diduga bom, tetapi tidak meledak.
Source: Republika August 28, 2016 18:11 UTC