"Alhamdulillah kalau 'Pak Ogah' digaji. 'Pak Ogah' seperti Hasan mengandalkan kemurahan hati pengendara memberikan uang pecahan kecil saat membantu mengatur lalu lintas. (baca: Kadishub DKI Khawatir Pak Ogah Sok Berkuasa jika Direkrut Polisi)Dalam sehari mengatur lali lintas, Hasan rata-rata memeroleh Rp 60.000. Saat ini, wacana merekrut ' Pak Ogah' menjadi Supeltas atau sukarelawan pengatur lalu lintas tengah dikaji kepolisian dan Dinas Perhubungan. Polisi mengusulkan agar upahnya dikumpulkan dari program corporate social responsibility (CSR) tempat usaha di sekitar wilayah tempat 'Pak Ogah' bekerja.
Source: Kompas July 25, 2017 14:26 UTC