TEMPO.CO, Jakarta - Pejabat senior pertahanan Amerika Serikat mengatakan rencana Taiwan untuk menambah anggaran pertahanan sebesar US$1,4 miliar (setara 20,6 triliun rupiah) merupakan langkah ke arah yang benar. Namun, jumlah ini tidak cukup untuk membangun pertahanan tangguh menghadapi ancaman Cina yang meningkat. Kabinet Taiwan mengusulkan US$15,24 miliar atau sekitar Rp225 triliun untuk pengeluaran militer pada tahun depan. Langkah itu dilakukan saat Cina secara signifikan meningkatkan aktivitas militer di dekat Taiwan, yang dianggap sebagai provinsi yang memisahkan diri. Aktivitas militer Cina ini menimbulkan kekhawatiran negara itu akan mencoba merebut kembali pulau itu secara paksa suatu hari.
Source: Koran Tempo October 07, 2020 12:00 UTC