Sama seperti Muslim Rohingya lainnya, Hamid dan keluarganya harus melarikan diri dan bersembunyi di hutan selama berhari-hari hingga akhirnya mencapai Bangladesh. Menyaksikan sendiri pembunuhan yang dilakukan terhadap keluarga mereka, membuat anak-anak Muslim Rohingya ini diliputi rasa takut yang mendalam. Rasa lapar adalah sesuatu yang selalu menyelimuti anak-anak Muslim Rohingya. "Anak-anak ini telah melewati pengalaman yang sangat buruk dan menyisakan trauma berat," ujar pemerhati anak Fatema Khyrunnar dikutip The Star. Di tengah kondisi melelahkan ini, Khyrunnar mengatakan anak-anak Muslim Rohingya sangat membutuhkan konseling.
Source: Republika September 22, 2017 19:41 UTC