Tempo/Aditia NoviansyahTEMPO.CO, Jakarta - Analis Mandiri Sekuritas, Leo Rinaldi, mengatakan pemerintah perlu meningkatkan defisit anggaran untuk menarik investasi. Akhir tahun lalu, pemerintah menerbitkan Surat Berharga Negara berdenominasi valuta asing untuk menutupi defisit anggaran 2015. Menurut Leo, defisit anggaran dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2016 terlalu sempit, apalagi jika target penerimaan dari pengampunan pajak tak terealisasi. Kemudian, pemerintah perlu menekan belanja hingga Rp 88 triliun jika defisit berada di level 2,6-2,7 persen terhadap PDB. Akibatnya, defisit yang awalnya berada di kisaran 2,8 persen menyempit menjadi 2,6 persen dari produk domestik bruto.
Source: Koran Tempo July 31, 2016 21:00 UTC