Lubang hitam supermasif adalah yang menggerakkan pusat galaksi, termasuk galaksi Bima Sakti kita sendiri. Galaksi itu dilihat sebagai standar untuk interaksi galaksi dan para ilmuwan berpikir bahwa karena merger, kemungkinan ada dua lubang hitam pada intinya. Tetapi pengamatan baru mengungkapkan lubang hitam supermasif ketiga di pusat galaksi. "Namun, jika proses penggabungan simultan dari beberapa galaksi terjadi, maka galaksi terbesar dengan lubang hitam supermasif pusatnya dapat berkembang lebih cepat," kata Weilbacher. Seiring waktu, kemungkinan beberapa juta tahun, tiga lubang hitam supermasif itu kemungkinan akan bergabung, kata para peneliti.
Source: Koran Tempo November 22, 2019 16:52 UTC