KOMPAS.com - Di tengah wabah pandemi Covid-19, beragam narasi muncul sebagai bentuk respon terhadap penyakit baru yang belum diketahui kapan pastinya akan berakhir. Antropolog Kesehatan dari Mahidol University Thailand, Profesor Rosalia Sciortino mengungkapkan bahwa narasi yang muncul ini juga berkaitan dengan budaya di masyarakat. Secara umum dan banyak bermunculan adalah budaya narasi yang menonjolkan ketakutan dan saling menyalahkan antar-masyarakat dan juga pemangku kebijakan. Baca juga: Pentingnya Antropolog dalam Mengubah Perilaku Respons Covid-19Narasi ketakutanMenurut Rosalia, menyebarkan narasi berisi ketakutan secara jelas bukanlah hal yang tepat untuk dapat menyudahi persoalan pandemi Covid-19." Oleh sebab itu, budaya saling menyebarkan ketakutan di tengah pandemi ini seharusnya bisa dikontrol oleh setiap individu dan juga pemerintah yang berkewenangan.
Source: Kompas June 12, 2020 05:03 UTC