TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menyatakan penggunaan energi nuklir di Indonesia terlambat. Deputi Bidang Teknologi Informasi, Energi, dan Material BPPT, Eniya Listiani Dewi, menjelaskan bahwa implementasi energi nuklir untuk pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) harus segera mungkin dimulai. Energi nuklir merupakan penggunaan terkendali atas reaksi nuklir guna menghasilkan energi panas, yang digunakan untuk pembangkit listrik. Baca juga: Perkembangan Kedokteran Nuklir, Dosis Radioaktif Lebih SpesifikEnergi nuklir, Eniya melanjutkan, salah satu potensi yang perlu digenjot. Baca juga: BATAN: Listrik dari Tenaga Nuklir Menghemat Pembayaran 50 PersenSimak artikel menarik lainnya tentang energi nuklir dan kabar terbaru dari BPPT hanya di kanal Tekno Tempo.co.
Source: Koran Tempo September 27, 2018 01:07 UTC