Upaya ini perlu dilakukan karena dikhawatirkan malware tersebut bisa menjelma menjadi "botnet" atau malware spying kemudian menjadi Ransomeware. “Inilah pekerjaan yang harus diselesaikan oleh lintas Kementerian dan Lembaga mulai dari Polhukam, Kominfo, Lemsaneg, BPPT dan stakeholder terkait mempersiapkan CIIP. Deputi Kepala BPPT Bidang Teknologi Informasi Energi dan Material (TIEM BPPT), Hammam Riza menilai, infrastruktur kritis seperti Bank Indonesia harus memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Hal ini diungkapkannya mengingat terdapat situs milik Bank Indonesia dan Bank of Korea (Bank Sentral Korea Selatan) yang baru saja mengalami serangan peretas (Hacker). "Mampu menahan bahaya dan cepat pulih jika mengalami serangan yang sifatnya merusak," kata Hammam melalui keterangan resmi yang diterima Republika.co.id, Kamis (23/6).
Source: Republika June 23, 2016 01:30 UTC