Dalam setiap surveinya, Mercer selalu membandingkan harga sekitar 200 barang di sekitar 200 kota di dunia. Selain membandingkan harga barang-barang tertentu, Mercer membandingkan biaya transportasi, sewa tempat tinggal, dan murah atau mahalnya biaya untuk mendapatkan hiburan di 200 kota itu. Kemarin (22/6) perusahaan jasa konsultasi yang berkantor pusat di Kota New York, Amerika Serikat (AS), itu menobatkan Hongkong sebagai kota dengan biaya hidup tertinggi. ’’Hongkong memuncaki laporan cost of living sebagai kota dengan biaya hidup termahal bagi ekspatriat,’’ terang Mercer dalam laporan resminya. Padahal, kota tersebut selalu berada di peringkat pertama daftar kota-kota termahal dunia selama tiga tahun berturut-turut.
Source: Jawa Pos June 23, 2016 00:56 UTC