Hal itu disampaikan dalam High Level Meeting serta Rapat Koordinasi Wilayah Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di Gedung Negara Grahadi, Senin (3/11). Meski demikian, BI optimistis inflasi di Jatim bisa dikendalikan hingga akhir tahun nanti. Komponen penyumbang inflasi terbesar di Jatim adalah komoditas telur ayam ras, daging ayam ras, cabai merah, cabai rawit, dan bawang merah. ”Kami berharap kondisi Covid-19 di Jatim terus membaik dengan inflasi yang tetap terkendali sehingga dapat mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, meningkatkan daya beli, dan mendukung recovery perekonomian Jatim,” ujarnya. Acara kemarin juga membahas tentang peran BUMD pangan dalam upaya pengendalian inflasi di Jatim.
Source: Jawa Pos November 04, 2020 00:00 UTC