People power dinilai tidak relevan dengan kondisi bangsa saat ini. REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Bara Hasibuan menegaskan, bahwa gagasan people power bukanlah sikap resmi partainya. "People power juga tidak relevan dalam kekuasaan demokratis, kalau kekuasaan demokratis itu melakukan hal-hal yang melecehkan konstitusi melanggar prinsip demokrasi itu baru relevan," kata Bara di Jakarta, Senin (29/4). Sementara itu peneliti LIPI Aisah Putri Budiarti juga sepakat dengan pernyataan Bara yang menyebut people power tidaklah relevan ketika demokrasi di Indonesia cenderung sudah terkonsolidasi. "People power muncul ketika ada tirani, ketika lembaga hukum dan konstitusi tidak lagi menjadi pegangan utama oleh negara," jelasnya.
Source: Republika April 30, 2019 00:02 UTC