Hal ini yang membuat calon penumpang kereta yang belum memiliki surat rapid test tergiur. Dari setiap calon penumpang kereta di Stasiun Senen, Heru mengatakan komplotan ini meraup untung sebesar Rp 50 ribu. Baca juga : Polisi Buru Klinik Penyedia Rapid Test Abal-abal di Sekitar Stasiun Pasar Senen"Jasa nganter dia minta Rp 50 ribu, kemudian rapid Rp 95 ribu, sama biaya gojek Rp 40 ribu. Heru mengatakan komplotan ini diciduk setelah polisi mendapat laporan dari calon penumpang yang ditawarkan rapid test abal-abal itu. Penyidik juga masih memburu klinik yang menerbitkan surat rapid test abal-abal itu.
Source: Koran Tempo December 20, 2020 10:28 UTC