Berdasarkan data UNICEF tahun lalu, 24,4 juta balita Indonesia, 11 juta balita Filipina, dan 2,6 juta balita Malaysia mengalami kekurangan gizi dari mengkonsumsi mi instan. Baca juga: Bukti Baru, Mi Instan Bahayakan Pertumbuhan Anak-anak di AsiaAda baiknya Anda memperhatikan kandungan dan cara penyajian mi instan. Menurut Samuel, bahwa mi instan itu tidak mengganggu pertumbuhan anak, tetapi memang ada bahayanya bagi anak-anak dalam jangka panjang. NatriumKandungan natrium yang ada di dalam sebungkus mi instan, kata Samuel, terdapat dalam bumbunya yang terasa gurih. Lebih dari itu, mengkonsumsi makanan yang memiliki kandungan natrium atau garam yang tinggi akan menjadi faktor risiko penyebab penyakit hipertensi.
Source: Kompas October 22, 2019 11:06 UTC