Akhirnya, terbentuklah Paguyuban Masyarakat Cinta Tanah Leluhur Desa Ketapang pada 2013. ’’Saya juga tidak menyangka, banyak warga yang ikut mempertahankan tanah leluhur. Sebab, jika dia mau menerima tawaran menjual tanah dan rumahnya, sangat dimungkinkan warga yang selama ini bertahan juga mengikuti jejaknya. Kini Huda bersama keluarganya sudah sangat nyaman tinggal di rumahnya di Ketapang. Kini, dengan adanya Paguyuban Masyarakat Cinta Tanah Leluhur, warga telah berkomitmen.
Source: Jawa Pos May 28, 2017 12:45 UTC