Perempuan di Kecamatan Samarinda Ulu, Samarinda, Kalimantan Timur itu tega menganiaya darah dagingnya sendiri yang masih berusia 3 tahun, hingga mengalami patah tulang. Penganiayaan itu rupanya dipicu perasaan benci, lantaran si balita memiliki wajah dan perilaku yang mirip dengan mantan suami pelaku. Sambil MD dirawat, rupanya hal ini sudah dilaporkan kepada Tindak Pidana Kekerasan (Tipiker), Sebuah lembaga swadaya masyarakat yang menangani anak-anak dan perempuan korban kekerasan. Dari situlah persoalan ini masuk ke jajaran Reskrim Polsekta Samarinda Ulu. Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Ulu, Ipda Muhammad Ridwan membenarkan adanya kasus ini.
Source: Jawa Pos November 24, 2019 08:26 UTC