Menurut Syarifudin, pimpinan Padepokan Dimas Kanjeng itu tidak mengerti agama. "Karena memang dia tidak mengerti tentang agama dan tidak pernah memberi pengajian. Syarif mengaku sejak 2014 pihaknya diminta ulama setempat untuk mengeluarkan fatwa terhadap Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi. Terutama mereka yang masih setia tinggal di Padepokan Dimas Kanjeng di Probolinggo. Baca: Wagub Saifullah Yusuf Minta Padepokan Dimas Kanjeng DitutupWakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf juga meminta Padepokan Dimas Kanjeng ditutup.
Source: Koran Tempo October 02, 2016 06:22 UTC