Rohaniawan dari Yayasan Gita Eklesia itu mengaku ada proses yang dinilai kurang dalam pendampingannya terhadap Osmane dan ketiga terpidana mati yang dieksekusi kemarin. JawaPos.com - Pendamping rohani Seck Osmane asal Senegal, Karina, mengkritisi sejumlah kejanggalan dalam pelaksaan eksekusi mati yang berlangsung pada Jumat (29/7) dini hari. Ia pun mengungkapkan, eksekusi Osmane dan tiga terpidana mati lainnya tidak sesuai prosedur. Biasanya, para rohaniawan diberitahu dan diminta untuk mendampingi para terpidana beberapa jam sebelum mereka dieksusi.Namun, Rina mengaku hanya dipertemukan beberapa menit sebelum Osmane dibawa dari selnya oleh para eksekutor untuk dibawa ke tempat eksekusi. Karena kami tidak punya waktu bersama sebelum mereka dibawa.
Source: Jawa Pos July 31, 2016 09:22 UTC