REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan teknologi finansial peer to peer financing (P2P), PT Ammana Fintek Syariah (Ammana) mulai menerima permintaan restrukturisasi pembiayaan dari borrower. Sejauh ini, Ammana menyebut restrukturisasi tidak signifikan karena managemen risiko pembiayaan bermasalah telah diminimalisir. Baca Juga Ammana Hati-Hati Salurkan Pembiayaan di Tengah PandemiCEO & Founder Ammana, Lutfi Adhiansyah menyampaikan, new normal belum berdampak signifikan pada penyaluran pembiayaan Ammana. Ammana memiliki rekanan strategis, seperti e-commerce, Baitul Maal wa Tamwil (BMT), koperasi yang sudah lebih dulu menyeleksi calon borrower. Sejak dibuat sejak akhir tahun 2019, lanjut Lutfi, pertumbuhan pembiayaan ke sektor digital Ammana bisa tumbuh 10 persen.
Source: Republika June 12, 2020 03:22 UTC