KOMPAS.com -Sebuah penelitian yang dipublikasikan di jurnal PLOS ONE pada 28 september 2017 lalu mengungkap praktik perkelahian purba di Andes. Perkelahian itu tidak dimaksudkan untuk membunuh, tetapi hanya sebagai ajag pertarungan adu keahlian. Bukti adanya ritual itu adalah tulang belulang dari abad 13 SM - 6 SM yang dipenuhi luka-luka yang menunjukkan tanda penyembuhan. Pemeriksaan panggul menunjukan korban berusia rata-rata 35 tahun atau lebih tua, dan tidak ditemukan tanda-tanda malnutrisi. Hal ini menunjukkan kekerasan tersebut tidak dimaksudkan untuk membunuh dan korban memang tidak mati.
Source: Kompas October 29, 2017 15:11 UTC