Dan semua bisa diganti atau disederhanakan dengan gawai yang ada di tangan para anak tersebut. Bagaimana mau berminat, lagi pula lapangan juga tidak ada di sekitar rumahnya. Semua bentuk miniatur masyarakat terkungkung sekolah dan sekolah. Semua simulasi ada di sekolah. Tak ada lagi anak yang mau menyapa mereka.
Source: Jawa Pos August 13, 2017 16:23 UTC