Semenjak kegetolannya mengembangkan porang (sejenis umbi yang dapat dijadikan bahan makanan, kosmetik, dll), Paidi membuka banyak mata petani. Tak hanya sukses berjualan porang hingga luar negeri, Paidi juga memberikan modal bagi petani-petani di kampung halamannya yang ingin mengembangkan porang. Di rumah temannya, Paidi dikenalkan tanaman porang yang dibudidayakan warga setempat. Kondisi itu menjadikan panen tanaman porang memakan waktu yang lama hingga tiga tahun. Saat hendak mengembangkan porang di kampung halamannya, Paidi mengalami kendala lantaran kondisi lahan pertaniannya berbukit-bukit.
Source: Kompas June 18, 2019 02:05 UTC