REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING – Pemerintah China mengkritik keputusan Taiwan memperpanjang masa wajib militer bagi warganya dari sebelumnya empat bulan menjadi satu tahun. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Cgina Wang Wenbin mengatakan, dengan memperpanjang masa wajib militer, Taiwan telah menggunakan rakyatnya sebagai “umpan meriam”. “Berjuang untuk tugas besar mencapai reunifikasi nasional sangat signifikan, mati untuk kegiatan separatis kemerdekaan Taiwan sama sekali tidak berharga. Kami percaya warga Taiwan sangat berprinsip, mereka tidak akan dijadikan umpan meriam oleh pasukan separatis kemerdekaan Taiwan," ucap Wang dalam konferensi pers regular, Rabu (28/12/2022). Pada Selasa (27/12/2022) lalu, Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mengumumkan bahwa Taiwan akan memperpanjang masa wajib militer bagi warganya dari empat bulan menjadi satu tahun mulai 2024.
Source: Republika December 29, 2022 00:14 UTC