REUTERS/CSIS Asia Maritime Transparency Initiative/DigitalGlobeTEMPO.CO, Beijing - Cina akan menawarkan paket wisata kapal pesiar reguler menuju Kepulauan Spratly di Laut Cina Selatan pada 2020. Cina mengklaim 90 persen potensi energi yang ada di Laut Cina Selatan. Kamis, 23 Juni 2016 | 11:02 WIBFoto satelit yang dirilis Asian Maritime Transparency Initiative, pada 23 Februari 2016, memperlihatkan Tiongkok kemungkinan sedang membangun instalasi radar di pulau-pulau di kepulauan Spartly di Laut Cina Selatan. Analisis menuturkan rencana pembangunan Cina di Spratly akan membawa Beijing langsung berada di jantung maritim Asia Tenggara. Perairan di dekat Kepulauan Spratly ini menjadi perebutan karena sering dilintasi kapal dan diperkirakan memiliki nilai perdagangan sebesar US$ 5 triliun tiap tahun.
Source: Koran Tempo June 23, 2016 04:02 UTC