REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dewan Masjid Indonesia (DMI) meragukan pernyataan ihwal adanya penceramah di lebih dari 40 masjid DKI Jakarta yang menyebarkan paham radikalisme. Addaruqutni mengingatkan, dari berbagai peristiwa teror yang terjadi di Indonesia, tidak ada pelaku yang merupakan aktivis masjid di DKI Jakarta. Itu berhubungan kondisi sosial yang ada di Jakarta umumnya, dan di sekitar sana khususnya," tutur Addaruqutni. Ia meminta ada penegasan perbedaan ihwal masjid yang bersuara keras dengan yang menyampaikan paham radikalisme yang melahirkan kelompok terorisme. Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno membenarkan adanya masjid di DKI menyebarkan paham radikal.
Source: Republika June 07, 2018 09:08 UTC