“Kebijakan ini jangan sampai mematikan pengembangan pemanfaatan energi gas bumi dan mengurangi daya tarik investasi, baik di sektor hulu maupun hilir migas. Dengan cadangan gas bumi yang jauh lebih besar daripada minyak bumi, sudah seharusnya Indonesia memprioritaskan pembangunan infrastruktur gas. Apalagi sampai hari ini di industri hilir gas, kata dia, jaringan infrastruktur gas belum tersambung secara merata. Menurutnya, iklim investasi yang menarik di hulu ditambah jaminan pengembalian investasi di hilir, akan memberikan kepastian pengembangan infrastruktur gas. Menurutnya, hal itu sesungguhnya telah berjalan, di mana saat ini agregat gas hulu di Indonesia di sekitar USD 5,4 – 5,8 per MMBTU.
Source: Jawa Pos March 02, 2020 14:38 UTC