Jika pada Agustus tahun ini pelaku UMKM belum dapat beroperasi secara normal, maka besar kemungkinan banyak yang akan gulung tikar dan membuat tumpukan kredit bermasalah pada perbankan. Direktur Bisnis Mikro BRI Supari mengatakan saat ini pelaku UMKM sudah menggunakan tabungan sekaligus 20 persen dari modal kerjanya untuk mencukupi kebutuhan sehari-harinya. "Khusus untuk konstruksi UMKM, tidak ada perbedaan kondisi pada sektor ekonomi ini. Hanya saja, proyek yang diterima pelaku UMKM konstruksi memang sudah sedikit sebelum masa pandemi," ucapnya. Kami hanya berharap pelaku UMKM dapat mampu melewati pandemi ini dan memaksimalkan semua asetnya untuk bertahan," ucapnya.
Source: Republika June 02, 2020 00:56 UTC