Israel membagi Masjid Ibrahim di Hebron sejak 1994. REPUBLIKA.CO.ID, HEBRON— Umat Muslim di Kota Palestina Al-Khalil (Hebron), yang diduduki, diberitahu pada Selasa (15/10) bahwa mereka tak bisa shalat di Masjid Ibrahim di kota tua selama dua hari. Hifthi Abu Sneineh mengatakan kepada Kantor Berita Paletina, WAFA, bahwa militer Israel memberitahu tokoh agama Islam di masjid tersebut bahwa Masjid Ibrahim akan ditutup buat orang Muslim mulai pukul 22.00 waktu setempat Rabu sampai pukul 22.00 waktu setempat Kamis malam. Sementara itu, pemukim Yahudi di kota tua Hebron mendirikan apa yang dikenal dengan nama "sukkah", tempat berteduh yang hanya dibangun selama libur Sukkot sebagai bagian dari upacara libur, di halaman Masjid Ibrahim dengan menafikan pentingnya keyakinan umat Muslim. Israel membagi Masjid Ibrahim pada 1994 antara orang Muslim dan Yahudi, setelah pembantaian yang dilakukan seorang pemukim ekstrem Yahudi terhadap orang Muslim yang sedang shalat sehingga menewaskan lebih dari 50 orang.
Source: Republika October 16, 2019 09:22 UTC