Menurut Satrio, Denny JA memberontak atas tradisi itu. Menjadi intelektual, penulis, dan opinion maker justru akan lebih sempurna jika juga kaya raya. Menurut Satrio, Denny JA pun tumbuh menjadi spesies intelektual yang unik. Dikenal hidup sangat bersahaja, Djohan Effendi meneruskan tradisi intelektual yang asketis. Dalam buku 70 tahun Djohan Effendi, Denny menulis, ia mengagumi tradisi hidup bersahaja Djohan Effendi.
Source: Jawa Pos January 06, 2021 14:14 UTC