Hal tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widyana setelah menggelar inspeksi mendadak (sidak) sekaligus melihat pengerjaan proyek, Rabu (8/9). Nanti underpass tersebut memiliki panjang 8 meter, lebar 15 meter, dengan kedalaman sekitar 7 meter. Asroin menjelaskan bahwa proyek yang dikerjakan sejak Juni 2020 itu menelan anggaran sekitar Rp 8 miliar yang bersumber dari APBD Gresik. Dengan perincian, Rp 4,23 miliar untuk tahap I dan Rp 3,92 miliar untuk tahap II. Kendaraan roda dua dan roda empat dari arah Terminal Bunder menuju arah Gresik Kota menggunakan jalan alternatif yang melintasi kampus Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG).
Source: Jawa Pos September 09, 2021 13:43 UTC