Sebelum pandemi, dunia sudah terbelah antara negara-negara yang kaya dengan negara yang miskin. Sejarah juga memperlihatkan respon institusional global terhadap epidemi AIDS di Sub Sahara dan Afrika, pada awalnya, sangat ditentukan oleh cara penelitian dan kebijakan AIDS dilakukan di negara-negara kaya. Negara-negara maju tengah berlomba di ujung garis finis pandemi, sementara banyak negara miskin masih tertatih-tatih di garis awal. Bukti empiris menunjukkan bahwa globalisasi berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi sekaligus kerusakan lingkungan di negara-negara miskin. Pembagian kerja internasional baru telah menciptakan kondisi di mana negara-negara miskin yang secara agresif mengembangkan industri mengorbankan kelestarian lingkungannya.
Source: Koran Tempo August 08, 2021 21:56 UTC