JawaPos.com - Aparat kepolisian dari Polda Kepulauan Riau (Kepri) dan Detasemen Khusus (Densus) Antiteror 88 memeriksa delapan orang Warga Negara Indonesia (WNI) asal Sumatra Barat (Sumbar). Pemeriksaan itu terkait dideportasinya mereka dari Malaysia oleh imigrasi setempat, karena memiliki gambar terkait ISIS di dalam ponselnya. Sam mengatakan dari keterangan delapan orang tersebut, didapat bahwa foto ini berasal dari grup Whatsapp yang diikuti salah satu terduga. Selain itu beberapa kali anggota grup di Whatsapp ini, mengirimkan foto salah satunya rangkaian Bom Sendal. Namun sekarang sudah tak lagi, namun masih ada beberapa foto yang tersimpan di handphonenya," ucap Sam.
Source: Jawa Pos January 11, 2017 20:45 UTC