REPUBLIKA.CO.ID, CIAMIS -- Ketua GNPF-MUI Kabupaten Ciamis Dede Badrul Kamal menyatakan, adanya intimidasi hingga menghalangi keberangkatan peserta aksi 112 ke Jakarta. Ia mengatakan, mulanya merencanakan keberangkatan massa sebanyak total 50 bus dari Ciamis. "Sore ternyata ada pemberitahuan dari pihak bus ada pembatalan secara sepihak, mungkin karena ada intimidasi," katanya kepada wartawan, Jumat (10/2). Adapun mengenai alasan PO bus yang membatalkan perjanjian secara sepihak menurutnya terjadi karena kekhawatiran akan ada aksi kerusuhan. Diketahui, dalam aksi kali ini Ciamis memberangkatkan ribuan massa yang berasal dari berbagai kalangan, termasuk santri.
Source: Republika February 10, 2017 12:36 UTC